<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=18070445&amp;blogName=KARO&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://batakaro.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://batakaro.blogspot.com/&amp;vt=-8554473822428152089" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

KARO

KARO SADUNIA, HORASSSSSS !!!

Tuesday, October 25, 2005

[komunitaskaro] 'Ajaran aneh' masyarakat adat atau ajaran polisi tak beradat

Pengikut Ajaran Aneh di Palu Bentrok dengan Polisi
Jafar G Bua - detikcom

Palu - Suara letusan pistol terdengar di Dusun Salena, Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Palu. Dor..Dor! Aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan karena mendapat serangan parang oleh puluhan pengikut ajaran aneh pimpinan Mahdi.
Bentrokan ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita, Selasa (25/10/2005). Saat itu, polisi mendatangi markas Mahdi (27) dan para pengikutnya. Lokasi markas Mahdi ini berada sekitar 11 km arah barat Kota Palu.
Ajaran Mahdi ini sudah membuat warga setempat resah. Ciri dari ajaran Mahdi ini, para pengikut ajaran ini selalu mengenakan ikat kepala warna putih dan berselempang warna kuning. Mahdi mengaku beragama Islam. Namun, anehnya Mahdi dan pengikutnya tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Mahdi mencampurkan Islam dengan adat.
Karena telah membuat resah masyarakat, aparat kepolisian pun memeriksa seluk beluk ajarannya. Sabtu (22/10/2005) aparat kepolisian telah mendatangi Mahdi dan berusaha membawanya ke Mapolsek Palu Barat. Namun, saat itu, Mahdi menolak untuk diperiksa.
Akhirnya, Selasa (25/10/2005), aparta kepolisian mendatangi markas Mahdi dan pengikutnya. Mahdi dan pengikutnya ini memang hidup berkelompok. Mereka menghuni sekitar 10 rumah di Dusun Salena.
Dan pada pukul 13.00 Wita, aparat kepolisian tiba di markas Mahdi. Rombongan polisi terdiri dari Kapolsek Palu Barat AKP Bayu Wijanarko, Kasat Samapta Polres Palu AKP Fuadi, Kanit Buser Polresta Palu Bripka Umar, dan beberapa anggota serse lainnya. Jumlah rombongan polisi belasan orang.
Polisi meminta Mahdi menerima ajakan polisi untuk dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa. Namun, Mahdi menolak. Saat itu, puluhan pengikutnya menjaga Mahdi. Mereka bersenjatakan parang. Saat itu, sebagian dari mereka juga mengenakan ikat kepala warna putih dan selempang kuning.
Mahdi tetap menolak untuk dibawa ke Mapolsek Palu Barat. Akhirnya, terjadilah perang mulut di antara mereka. Sampai akhirnya, tiba-tiba pengikut Mahdi menyerang polisi dengan parang. Aparat pun membalas dengan tembakan pistol.
Sejumlah orang, baik pengikut Mahdi maupun polisi, terkapar bersimbah darah. Polisi terdesak dan mundur. Sementara pengikut Mahdi pun melarikan diri.
Hingga pukul 15.00 Wita, situasi di lokasi kejadian masih tampak tegang. Aparat kepolisian juga sudah menambah kekuatan di lokasi. Saat ini, setidaknya ada 1 kompi Brimob yang dikerahkan ke lokasi. Belum diketahui secara pasti jumlah korban tewas, maupun luka-luka. (asy)
--

Bentrok di Palu
Kapolsek Terluka tapi Selamat, Sejumlah Polisi Disandera Mahdi
Jafar G Bua – detikcom, Selasa, 25/10/2005 16:20 WIB

Palu - Sekitar pukul 16.30 Wita, Kapolsek Palu Barat AKP Bayu Wijanarko dengan napas tersengal-sengal datang ke posko pengamanan di lokasi markas ajaran Mahdi. Dia terluka di bagian kepalanya. Menurut dia, masih ada sejumlah polisi yang disandera Mahdi.
Kapolsek berhasil menyelamatkan diri dengan kepala berdarah. Dia mengalami luka lebar di bagian belakang kepalanya. Seperti luka terkena parang. Meski darah terus mengucur, dia masih tetap sadar dan menceritakan kejadian ini.
Seperti diberitakan, bentrokan antara pengikut ajaran Mahdi dengan polisi terjadi di Dusun Salena, Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (15/10/2005) pukul 14.00 Wita. Lokasi ini berada 11 km arah barat kota Palu.
Sebelum bentrokan, belasan polisi yang dipimpin Kapolsek Palu Barat dan Kasat Samapta Polres Palu AKP Fuadi mendatangi markas Mahdi. Mereka akan membawa Mahdi ke Mapolsek Palu Barat untuk diperiksa terkait ajarannya yang telah meresahkan warga sekitar.

Namun, Mahdi menolak. Puluhan pengikutnya pun marah. Dengan berbekal parang, mereka menyerang aparat kepolisian yang saat itu mengenakan pakaian sipil (preman). Sebagian besar aparat yang mendatangi markas Mahdi memang dari unit reserse.
Setelah diserang, aparat pun membalas dengan tembakan. Namun, akhirnya polisi terdesak setelah peluru mereka habis. Aparat kepolisian mundur untuk menyelamatkan diri dari amukan pengikut Mahdi. AKP Fuadi sendiri tewas di lokasi kejadian terkena bacokan di bagian perutnya.
Hingga pukul 16.50 WIB, Kapolsek masih ditangani oleh tim medis di lokasi kejadian. Saat berhasil menyelamatkan diri, Kapolsek bisa mempertahankan satu senjata apinya. Sementara satu senjata api yang dibawanya dirampas oleh pengikut Mahdi.
Kapolsek menceritakan, saat dirinya mundur, malah jatuh ke jurang. Dia akhirnya bisa selamat dari serangan pengikut Mahdi. Menurut dia, pengikut Mahdi kabur ke arah bukit. "Teman-teman kita masih banyak yang disandera. Mereka juga merampas senjata," kata Kapolsek.
Selain Kapolsek, dua anggota reserse lainnya juga bisa menyelamatkan diri. Kedua anggota reserse itu bernama Nasrun dan Yunan. Begitu muncul di pos keamanan di markas Mahdi, keduanya langsung dibopong oleh aparat Brimob.
Keduanya tampak letih, ngos-ngosan dan merintih. Keduanya tampak terluka. Di bagian tubuhnya terdapat luka seperti cambuk. Saat ini, keduanya juga sedang ditangani tim medis. (asy)
–

Sebagian Besar Pengikut "Ajaran Ikat Kepala Putih" Peladang
Jafar G Bua - detikcom

Palu - Puluhan pengikut "ajaran ikat kepala putih dan selempang kuning" rata-rata adalah peladang di tanah-tanah subur kelompok Pegunungan Gawalise, 11 kilometer arah barat Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Mereka adalah kelompok etnis Kaili dari sub etnis Unde. Sub etnis ini adalah suku asli di Sulawesi. Mereka menggunakan bahasa Unde, yang bermakna penyangkalan. Sebelum memeluk Islam, mereka adalah penganut animisme.
Dulunya, mereka nomaden ataupun peladang berpindah. Namun sekarang mereka memilih menetap. Apalagi setelah aroma kemoderenan juga mulai tercium di sana.
Mereka kini memiliki alat-alat elektronik semisal radio dan tape recorder dan punya alat transportasi seperti sepeda motor. Bahkan, televisi bukan barang aneh bagi mereka, sesekali mereka pun suka menonton Uka-Uka dengan tim Gentayangannya di TPI atau sinetron Hikmah 2 di RCTI.
Namun, agar dapat menonton acara itu mereka harus turun ke dusun tetangga sebab, listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum sampai ke sana.
Dalam satu kelompok permukiman, rata-rata tak lebih dari 100 kepala keluarga. Permukiman mereka berada sekitar 500-1000 meter di atas permukaan laut. Dari atas kampung Salena, hamparan laut Teluk Palu yang membiru begitu indah. Mereka rata-rata peladang. Ada pula yang memiliki kebun kakao, cengkeh dan tanaman keras lainnya. Ladang-ladang padi gogo rancah pun ada.
Dulunya, jika ada di antara mereka yang meninggal, mereka pasti akan berpindah ke tempat lain. Namun kini sebagiannya sudah meninggalkan adat itu.
Nah, di tempat dengan nuansa tradisional itulah Mahdi terlahir. Warga setempat, baik pemuda maupun orang tua menaruh hormat padanya. Sebab ia dikenal sebagai sando, tabib yang kerap menyembuhkan warga yang sakit. Tak ada yang tahu, kapan dia mulai menekuni ajaran yang diyakininya itu, Islam iya, Animisme pun iya.
"Saya ini sama-sama belajar salat dan mengaji dengan Mahdi, dia itu pintar. Dia sering sembuhkan orang sakit. Saya tidak tahu juga kenapa sekarang begini," ujar sepupu Mahdi, Tami.
(ahm)
–



SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Bali indonesia hotel
Bali indonesia Indonesia hotel Bali indonesia vacation


YAHOO! GROUPS LINKS





Google