KARO
KARO SADUNIA, HORASSSSSS !!!
Thursday, October 27, 2005
[komunitaskaro] SIAPA YANG KEBLINGER?
Pemerintah Harusnya Tangani Mahdi Tanpa Kekerasan
Muhammad Atqa - detikcom
Jakarta
- Pemerintah seharusnya menangani fenomena ajaran Mahdi dengan sikap persuasif dan dialogis, bukan dengan pendekatan keamanan. Peran ulama sebagai tokoh sentral agama seharusnya dilibatkan."Jadi tidak sekonyong-konyong memutuskan pendekatan keamanan yang merupakan pendekatan yang paling ampuh. Seharusnya diajak tukar pikiran terlebih dahulu," kata cendikiawan muslim Dr Komaruddin Hidayat pada detikcom di Jakarta, Rabu (26/10/2005).
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini mempertanyakan, apakah Mahdi dan pengikutnya di Palu, Sulawesi Tengah, sudah diajak berdialog atau belum. "Jangan langsung terus diseret, mereka akan melawan karena merasa diancam," tandasnya.
Komaruddin tidak keberatan jika ajaran Mahdi disebut ajaran sesat dan keblinger. Hal tersebut bisa dilihat dari pengakuan Mahdi yang mengaku Islam, namun puasa dan salat tidak menjadi keharusan.
"Tapi bukan hanya mereka saja yang dikatakan keblinger. Kalau soal keblinger, orang-orang di kota juga keblinger. Apa yang di sana itu juga makan uang rakyat seperti di kota?" tanyanya.
Komaruddin melihat fenomena kemunculan ajaran Mahdi disebabkan terisolasinya mereka dalam bidang ekonomi, pendidikan dan agama. Akibat terisolir, ketika muncul seseorang, di mana dia mempunyai beberapa kelebihan, selanjutnya orang tersebut dikultuskan oleh warga setempat.
"Saya kira sekarang ini di Indonesia dari tingkat intelektual sampai primitif semuanya ada. Karena tidak adanya peran agama, ekonomi dan pendidikan, maka saya kira fenomena ini muncul ke permukaan," tuturnya.
Seperti diberitakan, sebuah aliran agama bercampur adat berkembang di pemukiman warga suku asli di Pegunungan Gawalise, sekitar 11 kilometer dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Tokoh spiritualnya adalah seorang pemuda bernama Mahdi yang berusia 27 tahun.
Mahdi dan pengikutnya mengaku beragama Islam. Namun, salat dan puasa bukan keharusan. Ajaran Mahdi ini sudah membuat warga setempat resah. Polisi pun turun tangan untuk meminta keterangan Mahdi. Namun, Mahdi menolak dan meletuslah bentrokan yang mengakibatkan 3 polisi dan 1 warga tewas.
(umi)
--
KOMENTAR
SIAPA YANG KEBLINGER?
Mereka adalah kelompok etnis Kaili dari sub etnis Unde. Sub etnis ini adalah suku asli di Sulawesi. (istilah 'sub etnis' adalah istilah kolot yang dipakai oleh antropolog kolonial yang sama sekali tidak mengerti etnis-etnis asli daerah jajahan mereka - MUG). Mereka menggunakan bahasa Unde, yang bermakna penyangkalan. Sebelum memeluk Islam, mereka adalah penganut animisme. Dulunya, mereka nomaden ataupun peladang berpindah.
Ditinjau dari gerakan etnis dunia dalam abad ini maka bukanlah hal yang aneh munculnya kebangkitan seperti ini dikalangan etnis-etnis asli diseluruh dunia. Gerakan ini terutama adalah gerakan yang mencerminkan tuntutan atas keadilan atau perjuangan atas ketidakadilan yang telah dipaksakan atas mereka secara kultural, ekonomi dan politis selama ratusan tahun. Inilah garis besarnya dan ini hanya mungkin dimengerti oleh manusia yang dekat ke etnis tsb atau pakar yang mempelajari perkembangan ethnic revival dunia. Tidak mungkin dimengerti oleh pusat, dan karenanya membuat penyelesaian dengan pengerahan kekuatan penindasan alias polisi atau mobrig atau sebangsanya. Masalah adat, budaya atau tradisi dan kepercayaan tidak mungkin diselesaikan secara paksa seperti pada zaman Orba, lebih-lebih dizaman cultural-revival sekarang ini. Penindasan atas etnis-etnis minoritas ini sudah berlangsung ratusan tahun, sejak zaman kolonial dan diteruskan ke zaman Orba, dan sekarang sudah tidak mungkin diteruskan dengan pendekatan Orba atau pendekatan kolonial.
"Ajarannya sangat sesat," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni. Menteri ini juga menuduh etnis asli minoritas Sulteng ini keblinger. Pernyataan menteri ini sangat serampangan. Seberapa pengetahuan Basyuni tentang etnis asli Sulteng etnis Unde, dan sampai dimana sebenarnya kegiatan budaya/tradisi mereka yang merugikan kepentingan nasional Indonesia? Apa yang diberitakan media hanyalah berita media, sedangkan Mahdi dan etnisnya tidak pernah ada kesempatan mengatakan sepatah katapun. Atau memang tidak diberi kesempatan. Kalau etnis ini merugikan kepentingan nasional, bagaimana pula ceritanya. Mereka penduduk asli pegunungan Gawalise, tinggal didaerahnya sendiri, cari nafkah juga disitu. Mereka tidak pernah menggelapkan uang DAU (Dana Abadi Umat) sejumlah Rp700 miliar seperti Haji Said Agil dengan departemen agamanya. Mereka juga tidak pernah memberikan diskon hukuman atau membuat SP3 seperti Bagir Manan. Atau menyalahkan penduduk asli daerah lain seperti putusan MA Bagir Manan atas penduduk asli Juma Tombak etnis Karo. Lantas siapa sebenarnya yang keblinger? Apakah Tuhan tidak melihat ini semua?
Dalam masalah pemburuan warga Ahmadiyah, Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) Johan Effendi menyatakan,
"Jangan sampai karena keyakinan agamanya orang menjadi dikejar-kejar. Kalau tak bisa menjamin warganya sebaiknya pemerintah bekerjasama dengan PBB agar orang-orang itu bisa pindah menjadi warga negara di negara yang menjamin kebebasan menjalankan keyakinannya,"( antara news Jul 29- 05)
Pemerintah tidak mendukung MUI dalam pemburuannya atas warga Ahmadiyah, tetapi mengapa mengerahkan polisi ke daerah etnis Unde.
Soal percampuran agama islam dengan adat/budaya asli atau agama asli animisme, bukanlah soal yang baru diseluruh Indonesia dan dunia. Apakah menteri agama belum pernah mendengar agama abangan atau islam Jawa atau makan celeng. Atau Hindu Bali atau Buddha Tibet, Jepang atau Vietnam. Islam Sunni atau Shiah atau Ahmadiyah. Kristen Katolik atau Ortodox yang muncul 500 th setelah Jesus. Dan 500 th lagi kemudian muncul protestan Luther. Dan 500 th kemudian lagi muncul ALIRAN KEBLINGER dalam semua agama, tidak peduli agama apa, terutama dikota-kota dan dikalangan elit, bukan dikalangan etnis asli dipegunungan. Aliran Keblinger inilah yang terbesar dan tersohor dalam abad ini.
Salam Keblinger
MUG
--
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "komunitaskaro" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
komunitaskaro-unsubscribe@yahoogroups.com
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.